IKLAN

2011/05/29

Lumpur Lapindo mengandung LITHIUM dan banyak energi lainya



IKLAN

IKLAN

PADA 25-26 Mei lalu sebuah simposium berlevel internasional tentang lumpur Lapindo dihelat di Sidoarjo dan Surabaya.
Belasan peneliti dari delapan negara ikut dalam diskusi itu. Salah satu pemakalah dari Japanese Research Institute, Wataru Tanikawa, menawarkan opsi menarik terkait dengan pemanfaatan lumpur Lapindo.

Tanikawa mengatakan, salah satu unsur yang terkandung dalam lumpur tersebut adalah lithium, bahan baku baterai. Pria yang sudah lima tahun meneliti fenomena alam di Porong itu meyakini, kandungan litium dari perut bumi yang keluar dan memenuhi area tersebut sangat besar.
”Analisis dan penelitian saya menyebutkan demikian. Tapi, memang
diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai besarannya maupun cara
mengolahnya,”
ungkap Tanikawa.

Di Jepang, imbuh lelaki yang sudah tiga kali melakukan riset langsung di kawasan lumpur Sidoarjo tersebut, litium biasanya dicari dan diambil dari lautan. Dia percaya, dengan teknologi yang dimiliki Jepang, pengolahan litium di Porong bisa lebih efisien dan murah.
Litium bisa menjadi bahan baterai telepon seluler, kamera, dan alat elektronik lain. Bahkan, lima belas tahun mendatang diprediksi mobil bertenaga baterai litium mulai diproduksi masal.
 Jepang sudah memproyeksikan bisnis mobil seperti itu.

Tidak hanya untuk keperluan dalam negeri, litium Porong diprediksi bisa diekspor ke luar negeri. Bahkan, sangat mungkin bisa dimanfaatkan dalam waktu lama.
”Saya sudah berkomunikasi dengan dia (Tanikawa).
Sangat mungkin Jatim membangun kerja sama dengan Jepang dalam hal ini,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pemprov Jatim Priyo Darmawan. Bila penelitian ini berlanjut dan kerja sama dapat terjalin, Priyo yakin hal itu bakal sangat menguntungkan Jatim.

Sayogi Sudarman, geolog dari Universitas Trisakti, menambahkan,
hawa panas di pusat semburan juga berpotensi menjadi energi listrik. ”Semburan itu harus bisa dimanfaatkan. Hawa panas untuk listrik, dari lumpur diambil litiumnya, lumpurnya sendiri untuk bahan bangunan,” katanya.
Sayogi menyatakan, hawa panas semburan bisa mencapai 200 megawatt termal. Dia beranalogi, betapa hebatnya bila panas lumpur bisa dimanfaatkan sebagai tenaga listrik, sementara lumpur digali dan digunakan untuk material bangunan setelah litiumnya disaring dan diambil.
Setelah digali, otomatis kawasan lumpur Lapindo menjadi semacam waduk besar. Waduk itulah yang digunakan untuk menampung cairan yang saat ini terus mengalir dan diperkirakan terus mengalir hingga puluhan tahun mendatang.

Di sisi lain, dalam simposium itu mayoritas peneliti beranggapan
bahwa semburan akan berlangsung puluhan tahun. Sebab, proses pengeluaran material dari pusat semburan memang belum selesai.
”Sekitar 26 tahun lagi. Bisa jadi memang tinggal lima tahun lagi. Namun, kemungkinannya sangat kecil,” kata Richard Davies, peneliti dari Durham University, Inggris.
Dari penelitiannya selama lima tahun, diperoleh sejumlah kemungkinan umur semburan.
Kemungkinan bertahan lima atau sepuluh tahun masing-masing lima persen. Demikian pula kemungkinan bertahan lima puluh atau seratus tahun.
Di dua tahun pertama, semburan lumpur yang bercampur berbagai gas, seperti metana, karbondioksida, dan nitrogen terjadi. Lumpur paling mendominasi dalam semburan tersebut.
Saat ini nyaris sudah tidak ada lumpurnya. Cairan serupa air yang keluar. Meski demikian, gas metana yang cukup berbahaya terus menyembur. Bahkan, kemungkinan menyembur juga dari patahan-patahan amblesan yang sekarang terjadi di banyak titik.

Di sejumlah titik banyak pohon yang mati akibat lingkungan yang tak bersahabat. Misalnya, gas metana yang berseliweran dan dikonsumsi tanaman-tanaman. Bahaya metana inilah yang harus dijaga agar tidak menerpa manusia. Davies percaya, volume semburan terus mengecil. Dia yakin masa semburan terburuk telah lewat dan takkan terulang.

Sumber :
hxxp://www.radarjogja.co.id/berita/utama/17183-mengandung-litium-potensi-energi-listrik-.html

Lumpur Lapindo mengandung LITHIUM dan banyak energi lainya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Supri Yadi

0 Komentar:

Masukkan email anda untuk
berlangganan

Delivered by

FeedBurner
Diberdayakan oleh Blogger.

IKLAN

IKLAN